Marcus Rashford baru-baru ini mengkritik mantan klubnya, Manchester United, dalam sebuah wawancara dengan Gary Lineker dan Micah Richards di siaran “Rest is Football”. Menurut Rashford, Manchester United berada di “No Man’s Land” tanpa rencana jangka panjang yang konsisten. Ia merasa bahwa klub sering kali bereaksi terhadap situasi dan tidak memiliki prinsip bermain yang jelas, menyebabkan arah klub terus berubah.
Kritik Rashford terhadap Manchester United muncul setelah ia menjalani masa peminjaman di Aston Villa dan kemudian bergabung dengan Barcelona dengan status pinjaman. Rashford juga berbicara tentang beberapa pelatih yang pernah melatihnya di Manchester United, memuji pendekatan Mourinho yang fokus pada kemenangan meskipun berbeda dengan filosofi bermain indah yang diterapkan Van Gaal.
Meskipun memiliki pelatih dan pemain berkualitas, Rashford merasa bahwa Manchester United masih jauh dari standar yang dianggap cukup untuk memenangkan gelar Liga Inggris. Dia menyampaikan harapannya untuk membantu Barcelona meraih trofi dan mencatatkan positif dengan mencetak gol debutnya dalam laga pramusim melawan Daegu FC. Rashford juga melihat kepindahannya ke Barcelona sebagai langkah penting untuk menjaga peluangnya kembali ke timnas Inggris menjelang Piala Dunia mendatang.








