Pendukung PSIM Yogyakarta memadati jalanan Yogyakarta selatan, kawasan ring road hingga ruas-ruas menuju Stadion Sultan Agung Bantul untuk mendukung tim kesayangan mereka dalam laga melawan Arema FC. Konvoi sepeda motor beratribut biru dengan logo PSIM menjadi pemandangan di sepanjang jalur stadion. Satu di antara fans, Agung Kristiono, bahkan berangkat dari Gunungkidul sejak jam 12 siang demi memastikan keberadaannya di tempat pertandingan. Atmosfer kegembiraan dan eforia terpancar dari para pendukung ini, yang merayakan kembali ke kasta tertinggi liga setelah 18 tahun.
Meskipun tiket terbatas dan beberapa fans tidak mendapatkan kesempatan untuk menonton langsung akibat kapasitas stadion yang terbatas, semangat para pendukung tetap tinggi. Kesulitan PSIM dalam mencari markas berakhir setelah mendapat kandang di Stadion Sultan Agung Bantul, setelah sebelumnya kesulitan mendapatkan lokasi yang memenuhi standar kompetisi. Meskipun sempat tertinggal, PSIM berhasil menyamakan skor menjadi imbang 1-1, diakhiri dengan peluit panjang.
Kemenangan klub menjadi prioritas bagi para fans, yang rela bepergian jauh hanya untuk menyaksikan tim kesayangan di setiap pertandingan. Dukungan tidak kenal jarak dan kendala, karena yang terpenting adalah meraih kemenangan. Mereka pun berharap PSIM terus memperlihatkan performa terbaik setiap kali berlaga, mempertahankan dukungan para fans setia di setiap momen penting.








