Subsidi motor listrik telah berakhir pada Desember tahun lalu, namun hingga kini pemerintah belum memberikan kejelasan terkait keberlanjutannya. Kondisi ini menyebabkan penjualan motor listrik menurun drastis, sehingga sejumlah produsen harus mencari cara agar tetap bisa berjualan. Memberikan potongan harga menjadi salah satu strategi untuk menarik minat masyarakat Indonesia. Bahkan, potongan harga yang diberikan sama besarnya dengan angka subsidi pemerintah, yaitu Rp7 juta, tanpa syarat apa pun.
Kebijakan ini diterapkan oleh Polytron sebagai upaya supaya tetap bisa berjualan di Indonesia. Namun, langkah ini berdampak pada margin keuntungan mereka, karena produk dijual jauh di bawah harga normal. Menurut Ilman Fachrian, Head of Product EV 2W Polytron Indonesia, keputusan Polytron memberikan potongan harga besar merupakan dukungan terhadap program transisi elektrifikasi pemerintah. Motor listrik yang mereka tawarkan sesuai dengan kebutuhan konsumen Indonesia, terbukti dari populasi Fox-R yang tinggi.
Kehati-hatian dalam menjaga margin keuntungan menjadi hal yang perlu dipertimbangkan oleh produsen motor listrik. Meskipun penjualan membaik karena potongan harga yang diberikan, implikasi terhadap margin keuntungan perlu diperhatikan agar bisnis tetap berkelanjutan. Dengan berbagai strategi dan dukungan pemerintah, diharapkan pasar motor listrik di Indonesia bisa terus berkembang dan mendukung program elektrifikasi yang dijalankan pemerintah.








