Saturday, December 6, 2025
HomeLifestyleKenali Beragam Penyakit yang Sering Muncul pada Musim Kemarau Basah

Kenali Beragam Penyakit yang Sering Muncul pada Musim Kemarau Basah

Musim kemarau basah di sebagian wilayah Indonesia seringkali menimbulkan berbagai masalah kesehatan yang perlu diwaspadai oleh masyarakat. Fenomena ini terjadi ketika hujan masih sering turun di tengah periode kemarau, sebagai hasil dari anomali cuaca yang dipicu oleh pemanasan global. Berbeda dengan musim hujan yang terjadi secara terus-menerus, kemarau basah ditandai dengan adanya curah hujan pada saat cuaca seharusnya kering, terutama dipengaruhi oleh faktor global seperti La Niña. Kondisi ini dapat berdampak besar terhadap kesehatan masyarakat.

Terdapat beberapa penyakit yang sering muncul selama musim kemarau basah, di antaranya adalah diare, leptospirosis, demam berdarah dengue (DBD), infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), tifoid atau demam tifus, dan penyakit kulit seperti kurap, panu, dan kutu air. Diare umumnya disebabkan oleh air minum atau makanan yang terkontaminasi, sedangkan leptospirosis disebabkan oleh bakteri Leptospira biasanya masuk melalui luka kulit akibat tercemar dengan urine tikus. DBD ditularkan melalui nyamuk Aedes aegypti, sedangkan ISPA terjadi karena suhu yang mendadak berubah. Tifoid, penyakit yang disebabkan oleh bakteri Salmonella typhi, cenderung meningkat selama musim kemarau basah karena genangan air yang dapat mencemari sumber air bersih.

Kemarau basah juga menjadikan lingkungan ideal bagi pertumbuhan jamur dan bakteri penyebab penyakit kulit. Kurap, panu, kutu air, dan infeksi jamur di lipatan kulit biasanya sering muncul pada kondisi ini. Selain itu, kulit juga rentan terhadap gatal-gatal atau ruam akibat reaksi alergi terhadap air kotor atau bakteri di lingkungan yang tidak bersih. Karena itu, menjaga kebersihan tubuh sangat penting untuk mencegah penyakit-penyakit yang rentan muncul selama musim kemarau basah tersebut.

Source link

RELATED ARTICLES

Terpopuler