Setiap 2 April setiap tahunnya diperingati sebagai World Autism Awareness Day (WAAD) sejak disahkan pada 18 Desember 2007 oleh Majelis Umum PBB. Tujuannya adalah untuk meningkatkan kesadaran masyarakat internasional tentang autisme dan mendorong tindakan untuk membantu orang dengan autisme hidup secara penuh dan bermakna sebagai bagian dari masyarakat. Asal usul peringatan ini dapat ditilik dari penciptaan istilah “autisme” oleh Psikiater Eugen Bleuler pada tahun 1911. Pada tahun 1943, Dr. Leo Kanner membedakan autisme sebagai kondisi sosial dan emosional.
Spektrum autisme sangatlah beragam, mencakup minat yang kuat pada bidang tertentu, kesulitan komunikasi, dan pola perilaku yang berulang. Gejala autisme pada anak-anak meliputi kesulitan dalam keterampilan sosial, komunikasi terlambat, dan perilaku yang dibatasi. Di sisi lain, gejala autisme pada dewasa juga mencakup kesulitan dalam komunikasi sosial dan perilaku yang berulang-ulang.
Untuk menangani autisme, terdapat berbagai pilihan seperti terapi psikologis, obat-obatan, terapi bicara dan bahasa, serta terapi okupasi. Melalui pemahaman yang lebih baik tentang autisme, diharapkan masyarakat dapat menciptakan lingkungan yang inklusif dan mendukung bagi individu dengan Autism Spectrum Disorder (ASD) di seluruh dunia. Temukan artikel lengkapnya di sumber terkait.


