Pemerintah Pakistan mengklaim memiliki informasi intelijen yang dapat dipercaya soal kemungkinan serangan militer India dalam waktu dekat. Pernyataan itu disampaikan langsung oleh Menteri Informasi Pakistan, Attaullah Tarar, yang menyebut ancaman tersebut berpotensi terjadi dalam 24 hingga 36 jam ke depan.
Pakistan Peringatkan Ancaman Serangan
Dalam pernyataannya, Islamabad menegaskan bahwa laporan intelijen itu menjadi dasar peringatan resmi kepada publik dan komunitas internasional. Meski tidak membeberkan rincian operasional, Pakistan memberi sinyal bahwa situasi di perbatasan sedang berada pada titik sangat sensitif, terutama setelah meningkatnya kontak senjata antara pasukan kedua negara.
Ketegangan ini dipicu oleh serangan mematikan pekan lalu di wilayah Kashmir yang dikelola India. Sebanyak 26 wisatawan sipil tewas dalam insiden dekat kota Pahalgam, yang disebut sebagai serangan paling mematikan terhadap warga sipil dalam 20 tahun terakhir di kawasan itu.
India dan Pakistan Saling Tuduh
India menuduh Pakistan mendukung militan yang diduga berada di balik serangan tersebut. Tuduhan itu langsung dibantah oleh Islamabad. Di tengah saling tuding tersebut, situasi keamanan di lapangan terus memburuk dan memicu spekulasi bahwa India tengah mempertimbangkan serangan militer terbatas sebagai bentuk balasan.
Di sisi lain, tentara India disebut telah melakukan penggeledahan besar-besaran dan menahan lebih dari 1.500 orang untuk diinterogasi. Langkah itu memperlihatkan betapa seriusnya respons India terhadap serangan yang mengguncang kawasan tersebut.
Penyelidikan Berlangsung, Identitas Tersangka Diungkap
Polisi India menyatakan telah mengidentifikasi tiga dari empat tersangka penyerang. Dua di antaranya disebut warga Pakistan, sedangkan satu lainnya merupakan warga lokal. Adapun identitas tersangka keempat masih belum jelas. Namun, perkembangan ini belum meredakan ketegangan, justru menambah tekanan politik dan keamanan di kedua negara.
Organisasi militan The Resistance Front, yang sempat mengaku bertanggung jawab atas serangan itu, kini membantah keterlibatan mereka. Dengan situasi yang terus bergerak cepat dan komunikasi resmi yang semakin keras, kawasan perbatasan India-Pakistan kembali menjadi titik rawan yang diawasi ketat.
Source link


