Friday, May 15, 2026
HomeBeritaRektor Universitas Balikpapan: IKN Terus Berjalan Sesuai Target

Rektor Universitas Balikpapan: IKN Terus Berjalan Sesuai Target

Rektor Universitas Balikpapan: IKN Terus Berjalan Sesuai Target

Pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) di Kalimantan Timur dinilai masih bergerak sesuai jalur yang direncanakan, bukan proyek yang mandek seperti isu yang belakangan beredar. Penegasan itu disampaikan Rektor Universitas Balikpapan, Dr. Isradi Zainal, usai meninjau langsung kawasan IKN bersama tim dalam program Untuk Peradaban Indonesia (Upi Show).

Menurut Isradi, progres pembangunan di lapangan justru menunjukkan kemajuan yang cukup besar. Ia menyebut tahap yang sedang dikerjakan telah mencapai sekitar 80 persen. Karena itu, ia membantah anggapan bahwa IKN terbengkalai atau berhenti di tengah jalan. “Target pemerintah dari 2022 sampai 2024 masih berjalan sesuai perkembangan,” ujarnya dalam konteks kunjungan tersebut.

Progres Lapangan Dinilai Masih Konsisten

Isradi menjelaskan, pembangunan IKN tidak hanya bertumpu pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), tetapi juga mendapat dukungan dari investasi swasta. Menurutnya, kombinasi pendanaan itu membuat pekerjaan di lapangan tetap bergerak dan tidak berhenti pada satu sumber pembiayaan saja.

Ia juga menyoroti bahwa saat ini proyek sudah memasuki tahap kedua, yakni periode 2025–2029. Dalam pandangannya, fase tersebut akan menjadi penentu penting untuk menguatkan arah pembangunan IKN ke depan dan memastikan target besar yang dicanangkan pemerintah tetap berada di jalurnya.

IKN Disebut Penting untuk Pemerataan

Lebih jauh, Isradi menilai kehadiran IKN memiliki arti strategis bagi pemerataan pembangunan dan distribusi penduduk di Indonesia. Ia mengingatkan bahwa lebih dari 70 persen penduduk masih terkonsentrasi di Pulau Jawa dan Sumatera, sementara Kalimantan hanya sekitar 6 persen. Ketimpangan itu, menurutnya, menjadi alasan kuat mengapa pemindahan ibu kota dibutuhkan.

Dengan adanya pusat pemerintahan baru di Kalimantan, ia menilai pergerakan ekonomi nasional juga berpeluang lebih seimbang. IKN bukan sekadar pembangunan fisik, melainkan upaya mendorong pusat pertumbuhan baru di luar pulau-pulau yang selama ini menjadi tumpuan utama.

Konsep Hijau Jadi Ciri Utama

Isradi menegaskan bahwa IKN dirancang sebagai kota hijau. Sebagian besar kawasan akan diarahkan menjadi ruang terbuka dan area hijau dengan target penghijauan mencapai 75 persen. Selain itu, lahan-lahan bekas tambang juga akan direhabilitasi agar kembali menjadi kawasan hutan.

Ia menilai konsep tersebut penting agar pembangunan ibu kota baru tidak hanya mengejar pertumbuhan fisik, tetapi juga memperhatikan keberlanjutan lingkungan. Dalam pandangannya, IKN harus menjadi contoh kota modern yang tetap menjaga keseimbangan alam.

Universitas Balikpapan sendiri disebut aktif terlibat dalam berbagai diskusi strategis seputar IKN, mulai dari isu keamanan, pertahanan, ekonomi, hingga lingkungan. Isradi mengatakan dirinya sudah ikut terlibat sejak awal perencanaan pada 2022 bersama tim transisi, akademisi, dan sejumlah lembaga internasional. Karena itu, ia mengajak masyarakat datang langsung ke lokasi pembangunan agar bisa melihat sendiri bahwa proyek ini benar-benar berjalan, bukan sekadar wacana menuju Indonesia Emas 2045.

Source link

RELATED ARTICLES

Terpopuler