Friday, May 15, 2026
HomeCryptoBhutan Menawarkan Bitcoin untuk Program Kesehatan dan Gaji PNS

Bhutan Menawarkan Bitcoin untuk Program Kesehatan dan Gaji PNS

Bhutan Jual Bitcoin Diam-Diam, Dana Diduga Mengalir ke Kesehatan dan Gaji PNS

Bhutan kembali menjadi sorotan setelah pemerintah kerajaan itu, lewat perusahaan investasi milik negara Druk Holding and Investments (DHI), melepas 2.584 Bitcoin (BTC) dalam 40 hari terakhir. Aksi ini memang tidak diumumkan secara terbuka, tetapi dampaknya jelas terasa: cadangan Bitcoin Bhutan menyusut hampir USD 248 juta atau sekitar Rp4,08 triliun dalam bentuk aset digital.

Jika sebelumnya Bhutan tercatat menyimpan 10.070 BTC, kini jumlahnya turun menjadi 7.486 BTC. Dengan harga pasar saat ini, nilai cadangan yang tersisa diperkirakan masih mendekati USD 720 juta. Penjualan besar-besaran ini memunculkan tanda tanya, terutama karena seluruh koin yang dilepas disebut dikirim ke alamat wallet yang tidak diketahui.

Bhutan Pilih Cairkan Aset Digital di Tengah Kebutuhan Dalam Negeri

Belum ada penjelasan resmi dari pemerintah Bhutan maupun DHI soal siapa penerima akhir Bitcoin tersebut dan untuk tujuan apa transaksi dilakukan. Namun, sebelumnya Perdana Menteri Bhutan Tshering Tobgay pernah menyampaikan bahwa hasil likuidasi Bitcoin dipakai untuk mendukung program kesehatan nasional serta penyesuaian upah bagi pegawai sektor publik.

Pernyataan itu membuat langkah Bhutan terlihat bukan sekadar menjual aset kripto, melainkan mengubah cadangan digital menjadi sumber pendanaan untuk kebutuhan negara. Di saat banyak negara masih menimbang risiko dan manfaat Bitcoin sebagai aset cadangan, Bhutan justru memilih memanfaatkannya untuk belanja sosial yang lebih langsung dirasakan masyarakat.

Aset Bitcoin Bhutan Berasal dari Mining, Bukan Pembelian Pasar

Berbeda dengan sejumlah pemerintah atau institusi lain yang membeli Bitcoin di pasar terbuka, Bhutan membangun cadangan BTC-nya dari aktivitas mining. Artinya, kepemilikan kripto negara itu terbentuk dari proses penambangan, bukan dari akumulasi pembelian bertahap di bursa.

Langkah menjual sebagian simpanan ini menunjukkan bahwa Bhutan tampaknya sedang menggeser fungsi Bitcoin dari sekadar aset simpanan menjadi alat bantu pembiayaan pembangunan. Di tengah kebutuhan fiskal yang terus berkembang, aset digital yang selama ini disimpan tampaknya mulai diperlakukan sebagai sumber dana yang bisa dicairkan saat diperlukan.

Keputusan investasi tetap berada di tangan pembaca. Lakukan analisis menyeluruh sebelum membeli atau menjual kripto. Liputan6.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan maupun kerugian yang mungkin timbul dari keputusan investasi.

Source link

RELATED ARTICLES

Terpopuler