Sunday, June 7, 2026
HomeCryptoWorldcoin: Masa Depan Identitas Digital atau Ancaman Privasi?

Worldcoin: Masa Depan Identitas Digital atau Ancaman Privasi?

Di tengah ramainya antrean warga yang ingin mencoba peruntungan dengan aset kripto Worldcoin, satu pertanyaan kembali mengemuka: apakah proyek ini benar-benar menawarkan masa depan identitas digital, atau justru membuka babak baru persoalan privasi? Popularitas Worldcoin, yang kini dikenal sebagai World, ikut terdorong oleh sorotan di media sosial dan perdebatan soal cara kerjanya yang tak biasa. Berdasarkan data Coinmarketcap per Selasa (6/5/2025), harga Worldcoin (WLD Coin) berada di kisaran USD 0,8691 atau sekitar Rp14.279 dengan asumsi kurs Rp16.430 per dolar AS.

Worldcoin dan ambisi membangun identitas digital global

Proyek ini digagas oleh Sam Altman, CEO OpenAI, bersama Max Novendstern dan Alex Blania. Visi yang dibawa cukup besar: menciptakan sistem identitas digital global bernama World ID sekaligus mata uang kripto WLD. Keduanya diposisikan sebagai jawaban atas kebutuhan verifikasi identitas di era digital, sekaligus dorongan untuk distribusi ekonomi yang dianggap lebih adil.

Dalam praktiknya, World dirancang dengan tiga komponen utama. Pertama, World ID sebagai identitas digital. Kedua, World App sebagai dompet digital. Ketiga, token WLD sebagai aset kripto yang diberikan kepada pengguna setelah proses verifikasi selesai.

Peran The Orb dan cara kerja verifikasi iris

Yang membuat proyek ini mencuri perhatian adalah penggunaan perangkat bernama The Orb. Melalui alat ini, pengguna diminta melakukan pemindaian iris mata untuk menghasilkan IrisCode unik. Data tersebut diklaim dienkripsi dan dihubungkan ke World ID, tanpa menyimpan informasi pribadi seperti nama atau alamat.

World App kemudian berfungsi sebagai penghubung antara identitas digital dan token WLD. Aplikasi ini memungkinkan pengguna menyimpan dan menggunakan aset kripto tersebut untuk berbagai kebutuhan transaksi digital. Sementara itu, WLD sendiri merupakan token berbasis Ethereum yang diberikan sebagai insentif bagi mereka yang telah berhasil memverifikasi identitasnya.

Antara janji inklusi dan kekhawatiran privasi

Di atas kertas, Worldcoin menawarkan sejumlah janji besar: akses ke sistem keuangan berbasis blockchain, verifikasi identitas yang lebih aman, serta peluang mendorong pemerataan ekonomi. Namun, model yang bertumpu pada data biometrik justru menjadi sumber kritik paling keras.

Pengumpulan data iris memunculkan kekhawatiran soal penyalahgunaan data pribadi dan batas perlindungan privasi pengguna. Kontroversi ini bukan hanya ramai di ruang publik, tetapi juga memicu respons dari sejumlah negara. Indonesia termasuk yang mengambil sikap tegas dengan membekukan izin World ID dan Worldcoin melalui Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo).

Di tengah antusiasme publik terhadap iming-iming aset digital, perdebatan soal Worldcoin tampaknya belum akan mereda. Proyek ini kini berdiri di dua kutub yang sama kuat: sebagai simbol ambisi identitas digital masa depan, sekaligus pengingat bahwa teknologi yang menjanjikan kemudahan bisa datang bersama risiko yang tak kecil.

Source link

RELATED ARTICLES

Terpopuler