Tuesday, July 14, 2026
HomeCryptoAnalisis Sentimen: Harga Bitcoin Mungkin Tembus $108.000

Analisis Sentimen: Harga Bitcoin Mungkin Tembus $108.000

Analisis Sentimen: Harga Bitcoin Berpeluang Menguji USD 108.000

Bitcoin kembali mencuri perhatian pasar setelah sempat menembus level psikologis USD 103.000 untuk pertama kalinya sejak Februari 2025. Meski kemudian terkoreksi tipis karena aksi ambil untung, pergerakan ini menandakan bahwa minat beli terhadap aset kripto terbesar di dunia masih sangat kuat. Dorongan utamanya datang dari kombinasi sentimen makro yang membaik, mulai dari keputusan Federal Reserve yang mempertahankan suku bunga acuan hingga kabar kesepakatan dagang baru yang diumumkan Presiden AS Donald Trump.

Dorongan dari kebijakan The Fed dan kabar dagang AS-Inggris

Keputusan The Fed untuk tidak mengubah suku bunga memberi sinyal stabilitas bagi pasar, terutama di tengah kekhawatiran pelaku pasar terhadap arah kebijakan moneter Amerika Serikat. Di saat yang sama, Trump mengumumkan bahwa pemerintahannya telah menandatangani kesepakatan perdagangan dengan Inggris. Ini menjadi langkah pertama sejak program tarif besar-besaran diluncurkan bulan lalu.

Isi kesepakatan tersebut mencakup pengurangan tarif impor untuk baja dan mobil. Pasar menilai langkah ini dapat membantu meredakan kekhawatiran inflasi yang berasal dari gangguan rantai pasokan, sehingga turut memperkuat selera risiko investor di berbagai aset, termasuk kripto.

Short likuidasi besar, Bitcoin mendapat tenaga tambahan

Efeknya langsung terasa di pasar kripto secara luas. Dalam 24 jam terakhir, lebih dari USD 492 juta posisi short dilikuidasi, menunjukkan betapa cepatnya tekanan beli meningkat saat sentimen berubah menjadi lebih optimistis. Lonjakan likuidasi ini juga memperlihatkan bahwa banyak pelaku pasar yang sebelumnya bertaruh pada penurunan harga justru terpaksa menutup posisi mereka.

Analis Tokocrypto, Fyqieh Fachrur, menilai penguatan Bitcoin kali ini bukan sekadar karena faktor teknikal. Menurutnya, stabilitas kebijakan moneter dan perkembangan geopolitik yang relatif kondusif ikut membentuk fondasi kenaikan harga yang lebih solid.

ETF spot dan level teknikal masih jadi penentu

Di sisi lain, arus masuk bersih ke ETF Bitcoin spot serta penurunan saldo BTC di bursa menjadi sinyal bahwa investor jangka panjang masih percaya pada prospek aset ini. Ketika koin yang tersedia di bursa menyusut, pasar biasanya membaca kondisi tersebut sebagai tanda berkurangnya tekanan jual.

Namun, ruang kenaikan tidak sepenuhnya mulus. Indikator Relative Strength Index (RSI) yang sudah berada di angka 70 menandakan Bitcoin memasuki area jenuh beli. Artinya, peluang koreksi jangka pendek tetap terbuka, terutama jika aksi ambil untung kembali menguat. Meski begitu, selama arus masuk ETF tetap positif dan ketegangan perdagangan terus mereda, BTC dinilai masih berpeluang melanjutkan penguatan ke area resistensi USD 105.000 hingga USD 108.000 dalam waktu dekat.

Source link

RELATED ARTICLES

Terpopuler