Tuesday, July 14, 2026
HomeMiliterInsiden Pemusnahan Amunisi Afkir TNI AD di Garut: Tanggapan Kemhan RI

Insiden Pemusnahan Amunisi Afkir TNI AD di Garut: Tanggapan Kemhan RI

Pemerintah menaruh perhatian penuh atas insiden ledakan saat pemusnahan amunisi tak layak pakai milik TNI Angkatan Darat di Garut, Jawa Barat. Pada Senin, 12 Mei 2025, Kepala Biro Informasi Pertahanan (Karo Infohan) Setjen Kementerian Pertahanan RI, Brigjen TNI Frega Wenas, menyampaikan belasungkawa Menteri Pertahanan RI Letjen TNI (Purn) Sjafrie Sjamsoeddin kepada keluarga para korban. Dalam pernyataannya, Kementerian Pertahanan menegaskan bahwa duka juga dirasakan atas meninggalnya prajurit TNI dan warga sipil dalam peristiwa itu.

Pemusnahan amunisi yang berujung tragedi

Insiden tersebut terjadi saat jajaran Gudang Pusat Munisi III (Gupusmu III) Pusat Peralatan Angkatan Darat menjalankan pemusnahan amunisi afkir sebagai bagian dari program rutin tahun 2025. Kegiatan yang semestinya berlangsung sesuai prosedur itu justru berakhir dengan ledakan yang menelan korban jiwa. Total 13 orang dilaporkan meninggal dunia, terdiri dari personel TNI AD dan warga sipil yang berada di sekitar lokasi.

Lokasi yang digunakan dan proses penanganan korban

Area pemusnahan yang dipakai merupakan aset milik Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kabupaten Garut. Tempat itu disebut memang rutin digunakan untuk kegiatan pemusnahan amunisi kadaluwarsa. Setelah kejadian, seluruh jenazah korban dievakuasi ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Pameungpeuk, Garut, untuk proses identifikasi dan otopsi sesuai prosedur medis.

Investigasi masih berjalan

Kementerian Pertahanan menyampaikan bahwa penyelidikan atas penyebab ledakan masih berlangsung. Proses investigasi dilakukan dengan tetap menerapkan prosedur keamanan yang berlaku, guna memastikan rangkaian kejadian dapat diungkap secara jelas. Di tengah duka yang masih menyelimuti keluarga korban, perhatian kini tertuju pada hasil penyelidikan untuk menjelaskan bagaimana pemusnahan yang dirancang sebagai kegiatan rutin bisa berubah menjadi insiden fatal.

Source link

RELATED ARTICLES

Terpopuler