Sunday, June 7, 2026
HomeMiliterKSAD Maruli Bicara Tentang Tragedi Pemusnahan Amunisi TNI AD

KSAD Maruli Bicara Tentang Tragedi Pemusnahan Amunisi TNI AD

KSAD Maruli Bicara soal Tragedi Pemusnahan Amunisi TNI AD di Garut

Tragedi pemusnahan amunisi tak layak pakai milik TNI AD di Garut, Jawa Barat, pada Senin, 12 Mei 2025, menyisakan duka mendalam. Peristiwa yang terjadi di Desa Sagara, Kecamatan Cibalong, Kabupaten Garut, sekitar pukul 09.30 WIB itu menelan korban jiwa dan langsung menjadi perhatian publik.

Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak membenarkan adanya insiden tersebut. Ia menyebut, dari laporan awal, belasan orang meninggal dunia. Namun, hingga kini penyebab pasti ledakan atau tragedi dalam proses pemusnahan itu masih ditelusuri melalui investigasi yang berjalan.

Belasan Korban Tewas, Termasuk Prajurit dan Warga Sipil

Berdasarkan data sementara, jumlah korban jiwa mencapai 13 orang. Dari jumlah itu, empat korban merupakan personel TNI AD, sementara sembilan lainnya adalah warga sipil. Seluruh korban kemudian dievakuasi ke RSUD Pameungpeuk, Garut, untuk penanganan lebih lanjut.

Insiden ini memunculkan pertanyaan besar terkait rangkaian kejadian di lapangan. Meski pemusnahan amunisi tak layak pakai merupakan prosedur rutin dalam lingkungan militer, peristiwa kali ini berubah menjadi tragedi yang memakan banyak korban dan memicu sorotan luas.

Investigasi Masih Berjalan

Pihak TNI AD masih mendalami penyebab utama kejadian tersebut. Maruli menegaskan bahwa informasi yang beredar belum bisa dijadikan kesimpulan akhir sebelum proses penyelidikan selesai. Karena itu, fokus utama saat ini diarahkan pada pengumpulan fakta di lokasi serta memastikan penanganan terhadap para korban.

Peristiwa di Garut ini pun menjadi salah satu kejadian paling menyita perhatian dalam pemberitaan militer Indonesia sepanjang hari itu, terutama karena melibatkan prajurit aktif dan warga sipil dalam satu insiden yang sama.

Source link

RELATED ARTICLES

Terpopuler