Pertempuran di Rafah kembali memakan korban dari pihak Israel. Pada Senin, 5 Mei 2025, dua tentara Israel dilaporkan tewas dan empat lainnya घायल dalam dua insiden terpisah di Jalur Gaza, Palestina. Peristiwa itu menambah tekanan terhadap operasi militer Israel yang tengah bersiap memperluas serangan di wilayah tersebut.
Dua anggota unit elite tewas di terowongan
Korban tewas diidentifikasi sebagai Kapten Noam Ravid dan Sersan Staf Yaly Seror. Keduanya merupakan anggota unit teknis pasukan elite Sayeret Yahalom. Menurut Pasukan Pertahanan Israel (IDF), keduanya sedang memeriksa sebuah terowongan ketika alat peledak yang diduga dipasang oleh Hamas meledak di dalam jalur bawah tanah itu.
Ledakan tersebut tidak hanya menewaskan dua personel elite itu, tetapi juga melukai empat tentara lainnya. Dua di antaranya mengalami luka parah, sementara dua tentara dari Batalyon 7007 Brigade Yerusalem juga ikut terluka dalam rangkaian insiden yang terjadi di Rafah.
Rafah jadi titik paling berbahaya
Rafah, yang berada di selatan Jalur Gaza, kembali menjadi lokasi yang paling berisiko bagi pasukan Israel di lapangan. Insiden ini menunjukkan bahwa pertempuran tidak hanya berlangsung di permukaan, tetapi juga di jaringan terowongan yang selama ini menjadi salah satu tantangan utama dalam operasi militer Israel.
Sejak operasi militer dimulai pada 18 Maret, enam tentara Israel telah dilaporkan tewas. Angka itu memperlihatkan bahwa eskalasi di Gaza masih menyimpan ancaman besar, terutama saat pasukan Israel terus bergerak di area yang diduga dipasangi jebakan dan alat peledak.
Source link


