Pertempuran kata-kata antara Pakistan dan India kini bergeser menjadi aksi militer terbuka yang kian berisiko menyeret kawasan ke krisis yang lebih luas. Pada Minggu, 11 Mei 2025 pukul 08:15 WIB, ketegangan memanas setelah Pakistan melancarkan operasi besar bernama Operation Bunyan Marsoos atau Operasi Tembok Besi, sehari setelah serangan rudal India disebut melukai sejumlah pangkalan udara di wilayah Pakistan.
Pakistan balas serang dengan rudal hipersonik
Operasi yang diumumkan pada Sabtu, 10 Mei 2025 itu disebut melibatkan jet tempur PAC JF-17 Thunder milik Angkatan Udara Pakistan (PAF). Dalam serangan tersebut, Pakistan dikabarkan menembakkan rudal hipersonik ke sasaran sistem pertahanan strategis India yang nilainya mencapai US$1,5 miliar atau sekitar Rp24,8 triliun.
Mengutip laporan Pakistan Observer yang dikutip oleh VIVA Militer, sistem pertahanan udara yang disebut berhasil dihancurkan adalah S-400 Triumf buatan Rusia. Klaim ini langsung menambah panas situasi, karena sistem tersebut dikenal sebagai salah satu aset pertahanan udara paling penting dalam arsenal India.
Sejumlah lokasi strategis India ikut jadi sasaran
Seorang sumber militer Pakistan yang tidak disebutkan namanya menyebut sedikitnya tujuh titik strategis di India menjadi target. Di antaranya adalah pangkalan udara militer di Pathankot, Udhampur, Gujarat, dan Rajasthan. Serangan itu juga disebut mengenai fasilitas penyimpanan Rudal Balistik Antarbenua (ICBM) BrahMos yang berkekuatan nuklir.
Meski serangan dilaporkan meluas ke beberapa lokasi, pihak Pakistan menegaskan seluruh aset militernya tetap aman. Pernyataan ini muncul di tengah saling klaim dan tuduhan yang terus membesar antara dua negara bertetangga yang sama-sama memiliki kekuatan militer besar.
Islamabad tuding New Delhi memperluas konflik
Letnan Jenderal Ahmed Sharif Chaudhry, Direktur Jenderal Hubungan Masyarakat Antar-Layanan (ISPR) Pakistan, menegaskan bahwa negaranya akan memberi respons yang sepadan terhadap tindakan yang dinilai provokatif dari India. Ia menyebut sikap arogan dan sembrono India telah mendorong kawasan menuju ketidakstabilan.
Chaudhry juga menuduh India menembakkan rudal dan pesawat nirawak atau drone ke wilayah Afghanistan, yang menurutnya memperluas dampak konflik ke area lain. Dalam pernyataannya, ia memberi sinyal bahwa balasan Pakistan belum berhenti. “Tunggu saja respons dari Pakistan,” ujarnya.
Dengan kedua pihak saling mengklaim serangan balasan dan target strategis, situasi di perbatasan India-Pakistan kini tidak lagi sekadar adu retorika, melainkan pertarungan yang bisa menentukan arah keamanan kawasan dalam waktu dekat.
Source link


