Ruben Amorim tidak menutupi rasa frustrasinya setelah Manchester United kembali terpeleset di Liga Inggris. Kekalahan 0-2 dari West Ham United bukan hanya menambah daftar hasil buruk Setan Merah musim ini, tetapi juga membuat posisi mereka makin memprihatinkan di peringkat 16 klasemen. Bagi Amorim, situasi itu terasa berat untuk diterima, apalagi klub sebesar Manchester United seharusnya berada jauh dari bayang-bayang papan bawah.
Amorim Akui Beban di Old Trafford
Sejak datang pada November 2024, Amorim baru mengantongi enam kemenangan di Liga Primer Inggris. Catatan itu kontras dengan reputasi besar Manchester United dan membuat sorotan terhadap dirinya semakin tajam. Meski sukses membawa tim melangkah ke final Liga Europa, hasil di kompetisi domestik tetap menjadi ukuran utama yang sulit dihindari. Amorim pun tak menyembunyikan bahwa posisi tim saat ini membuatnya malu.
Bukan Sekadar Soal Trofi
Di tengah peluang meraih gelar dan tiket ke Liga Champions, Amorim justru menilai Manchester United belum siap kembali ke level tertinggi Eropa. Menurutnya, persoalan yang dihadapi klub jauh lebih dalam daripada sekadar hasil satu pertandingan atau satu turnamen. Ia menekankan perlunya perubahan menyeluruh, baik di dalam tim maupun struktur klub, agar United benar-benar bisa bangkit dan kompetitif lagi.
Tekanan Jelang Laga Berat
Amorim juga sadar bahwa jadwal ke depan tidak memberi banyak ruang untuk bernapas. Laga-laga berat melawan Chelsea dan Tottenham sudah menunggu, sementara performa tim masih naik-turun. Karena itu, ia menilai perbaikan harus segera terlihat, bukan hanya dalam permainan tetapi juga dalam keberanian klub mengambil langkah di bursa transfer musim panas. Amorim ingin Manchester United lebih agresif memperkuat skuad demi menutup jarak dengan para pesaing.
Di saat yang sama, masa depan Amorim sendiri ikut bergantung pada seberapa cepat ia bisa membalikkan keadaan. Meski kontraknya berlaku hingga 2027, ia paham bahwa kegagalan mengubah performa tim bisa memaksa klub mengambil keputusan lain di kursi pelatih kepala. Untuk saat ini, tekanan itu menjadi bagian tak terpisahkan dari pekerjaannya di Old Trafford.
Source link


