AC Milan datang ke final Coppa Italia dengan satu target yang tak disembunyikan: pulang dari Roma membawa trofi. Laga melawan Bologna di Stadion Olimpico, Kamis, 15 Mei 2025, pukul 02.00 WIB, bukan sekadar pertandingan penutup musim, melainkan kesempatan untuk menegaskan bahwa Rossoneri masih punya daya saing di tengah naik-turunnya performa mereka musim ini.
Milan Bidik Trofi, Bukan Sekadar Penebus Kegagalan
Mike Maignan menjadi salah satu sosok yang paling vokal menjelang partai final ini. Bersama pelatih Sergio Conceicao dalam konferensi pers, kiper asal Prancis itu menegaskan bahwa Milan ingin mengangkat piala demi para pendukung setia mereka. Bagi skuad merah-hitam, final ini punya bobot emosional yang besar karena bisa menjadi penutup manis dari musim yang belum sepenuhnya konsisten.
Meski sudah meraih gelar Supercoppa musim ini, posisi Milan di Serie A masih belum memuaskan. Mereka saat ini berada di peringkat kedelapan dan hanya menyisakan sedikit pertandingan untuk memperbaiki keadaan. Situasi itu membuat final Coppa Italia menjadi jalur paling realistis sekaligus paling penting untuk menambah koleksi gelar.
Modal Kemenangan atas Bologna Masih Segar
Menariknya, Milan datang ke laga ini dengan modal psikologis yang cukup baik. Pekan lalu, mereka sempat tertinggal lebih dulu dari Bologna pada laga Serie A setelah kebobolan di awal babak kedua. Namun, Rossoneri mampu bangkit dan membalikkan keadaan hingga menang 3-1. Hasil itu memberi gambaran bahwa Milan punya kemampuan merespons tekanan saat pertandingan berjalan tidak sesuai rencana.
Final di Roma juga menjadi ajang pembuktian lain bagi tim asuhan Conceicao. Dengan hanya dua laga tersisa di musim ini, setiap detail akan sangat menentukan. Milan tak punya ruang untuk lengah, terutama menghadapi Bologna yang datang dengan ambisi besar dan kepercayaan diri yang juga sedang tumbuh.
Sejarah Final dan Ambisi Bologna
Partai ini akan menjadi final ke-15 bagi AC Milan di Coppa Italia. Jika berhasil menang, mereka akan meraih gelar keenam sepanjang sejarah turnamen tersebut. Di sisi lain, Bologna juga punya alasan kuat untuk bertarung habis-habisan. Klub itu memburu gelar ketiga Coppa Italia setelah sebelumnya juara pada 1970 dan 1974.
Bagi Bologna, final ini merupakan penampilan ketiga mereka di partai puncak sepanjang sejarah klub. Artinya, kedua tim sama-sama membawa beban sejarah dan harapan besar ke Olimpico. Di satu sisi ada Milan yang ingin menegaskan statusnya sebagai klub besar, di sisi lain ada Bologna yang mengejar kesempatan langka untuk menambah koleksi trofi.
Source link


