JAKARTA — Di tengah memanasnya konflik Iran dan Israel, Tentara Nasional Indonesia (TNI) menyatakan siap mendukung penuh langkah pemerintah untuk mengevakuasi warga negara Indonesia (WNI) dari kawasan terdampak. Sikap ini ditegaskan pada Kamis, 19 Juni 2025, sebagai bagian dari tanggung jawab negara dalam melindungi warganya, termasuk mereka yang berada di luar negeri.
TNI Siapkan Dukungan Penuh untuk Evakuasi
Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto telah memerintahkan jajaran agar bergerak cepat dan menjaga koordinasi erat dengan kementerian serta lembaga terkait. Arahan itu mencakup seluruh tahapan, mulai dari perencanaan, pengamanan, hingga pelaksanaan di lapangan, agar proses evakuasi berlangsung lancar dan terukur.
TNI juga menyiagakan unsur pendukung sesuai perkembangan situasi dan kebutuhan pemerintah. Langkah ini menunjukkan bahwa evakuasi WNI dari wilayah konflik bukan sekadar urusan teknis perjalanan, melainkan operasi kemanusiaan yang menuntut kesiapan lintas sektor.
34 Personel CRT Dikerahkan
Kapuspen TNI Mayjen TNI Kristomei Sianturi menegaskan bahwa perlindungan terhadap WNI di luar negeri adalah bentuk nyata kehadiran negara. Ia menyampaikan bahwa TNI siap membantu mengevakuasi WNI dari Iran dan Israel dengan penuh tanggung jawab, sebagai bagian dari tugas konstitusional untuk melindungi rakyat di mana pun berada.
Rencana evakuasi ini akan melibatkan Tim Crisis Response Team (CRT) yang terdiri dari 34 personel gabungan TNI. Mereka dijadwalkan berangkat pada Jumat, 20 Juni 2025, menuju Baku dengan estimasi perjalanan sekitar 30 jam. Setelah tiba, para WNI akan transit selama dua malam sebelum melanjutkan penerbangan pulang ke Indonesia menggunakan pesawat komersial pada Minggu, 22 Juni 2025.
Jalur Evakuasi dari Israel Lewat Amman
Untuk WNI yang berada di Israel, jalur evakuasi direncanakan melalui Amman, Yordania, sebelum diberangkatkan dengan transportasi udara. Skema ini disiapkan agar proses pemulangan tetap aman di tengah situasi yang masih rawan dan berubah cepat.
TNI menekankan pentingnya sinergi antarinstansi, baik di dalam negeri maupun dengan pihak luar negeri, demi memastikan keselamatan seluruh WNI yang terdampak konflik. Dalam kondisi seperti ini, kecepatan respons dan ketepatan koordinasi menjadi kunci agar perlindungan negara benar-benar terasa sampai ke warga yang berada jauh dari tanah air.
Source link


