Kalimantan Tengah kembali menegaskan arah pembangunan ekonominya: tidak lagi berhenti pada produksi bahan mentah, tetapi bergerak ke hilirisasi yang lebih bernilai tambah. Isu itu mengemuka dalam Forum PTSP se-Kalteng Tahun 2025 yang digelar Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Provinsi Kalimantan Tengah di Swiss-Belhotel Palangka Raya. Forum ini menjadi ruang untuk menyatukan langkah pemerintah dan pemangku kepentingan dalam mendorong industrialisasi yang dianggap penting bagi masa depan daerah.
Hilirisasi Jadi Pijakan Penguatan Ekonomi Daerah
Asisten Perekonomian dan Pembangunan Provinsi Kalteng, Herson B. Aden, menekankan bahwa hilirisasi bukan sekadar agenda pembangunan, melainkan kebutuhan untuk memperkuat ketahanan ekonomi dan kemandirian daerah. Menurut dia, pengolahan sumber daya di dalam daerah akan memberi dampak yang lebih luas dibanding hanya mengandalkan penjualan komoditas mentah.
Pernyataan itu sejalan dengan arah kebijakan pembangunan Kalteng yang menempatkan hilirisasi sebagai bagian dari strategi jangka panjang. Dengan model ini, daerah diharapkan tidak hanya menjadi pemasok bahan baku, tetapi juga ikut menikmati nilai tambah dari proses industri yang berkembang di wilayah sendiri.
DPMPTSP Soroti Tantangan Investasi dan Infrastruktur
Kepala DPMPTSP Kalteng, Sutoyo, mengakui bahwa jalan menuju hilirisasi masih menghadapi sejumlah kendala. Infrastruktur yang terbatas, iklim investasi yang belum sepenuhnya optimal, serta persoalan lingkungan menjadi tantangan yang perlu dikelola secara serius. Meski begitu, ia menegaskan bahwa proses hilirisasi di Kalteng sudah berjalan dan berada dalam satu jalur dengan visi pembangunan daerah.
DPMPTSP, lanjut Sutoyo, berkomitmen mempermudah proses perizinan agar pelaku usaha tidak terhambat oleh prosedur yang berbelit. Di saat yang sama, pengawasan terhadap kepatuhan usaha juga akan diperkuat agar transformasi ekonomi yang dijalankan tetap berada dalam koridor keberlanjutan.
Forum PTSP Jadi Ruang Sinkronisasi Langkah
Forum PTSP se-Kalteng Tahun 2025 tidak hanya menjadi ajang penyampaian arah kebijakan, tetapi juga wadah diskusi antara pemerintah dan pihak terkait mengenai langkah strategis ke depan. Melalui forum ini, berbagai pihak diharapkan dapat menyamakan pandangan dalam mendorong hilirisasi dan industrialisasi di Kalimantan Tengah.
Pertemuan tersebut memperlihatkan bahwa dorongan hilirisasi di Kalteng tidak berdiri sendiri. Ada kebutuhan untuk membangun ekosistem yang mendukung, mulai dari perizinan yang efisien, kesiapan infrastruktur, hingga kepastian pengelolaan lingkungan. Dari forum ini, pemerintah daerah tampak ingin memastikan bahwa agenda industrialisasi tidak hanya berhenti pada wacana, tetapi benar-benar menjadi penggerak ekonomi Kalteng ke depan.
Source link


