Anggraini Alam, Ketua Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Cabang Jawa Barat, menegaskan bahwa riwayat terjangkit demam berdarah dengue (DBD) tidak memberikan kekebalan terhadap virus yang sama di kemudian hari. Virus dengue memiliki empat serotipe sehingga seseorang bisa terinfeksi lebih dari sekali dengan infeksi kedua lebih berisiko. Untuk mencegah penularan virus dengue, pengendalian vektor dan pemberdayaan masyarakat sangat penting. Anggraini juga menyoroti pentingnya penguatan kekebalan tubuh melalui langkah pengendalian nyamuk yang inovatif.
Indonesia merupakan negara dengan kasus dengue tertinggi di Asia, sehingga pencegahan dengue diperlukan untuk melindungi populasi dengan risiko tinggi, terutama kelompok umur 5-44 tahun. Vaksinasi dengue sudah tersedia di Indonesia dan penting untuk diberikan sesuai dosis yang dianjurkan. Hari Dengue Asean (ADD) diperingati setiap tahun pada tanggal 15 Juni untuk meningkatkan kesadaran kolektif dalam menanggulangi dengue di Asia Tenggara.
Upaya pencegahan dengue perlu dilakukan secara komprehensif karena penyakit ini tidak musiman dan bisa menyerang siapa saja. Presiden Direktur PT Takeda Innovative Medicines, Andreas Gutknecht, menyatakan pentingnya aksi kolektif dalam edukasi, disiplin menjalankan langkah pencegahan, dan respons terhadap solusi inovatif untuk melindungi lebih banyak nyawa dari ancaman virus dengue. Asean Dengue Day merupakan momentum untuk terus mengingatkan bahwa dengue masih merupakan ancaman yang harus dihadapi secara bersama-sama.


