Sunday, June 7, 2026
HomeLifestylePabrik Menggunakan Energi Biomassa dari Limbah Pertanian

Pabrik Menggunakan Energi Biomassa dari Limbah Pertanian

Pabrik Ajinomoto Beralih ke Biomassa dari Limbah Pertanian untuk Tekan Emisi

Di tengah sorotan terhadap kualitas udara dan emisi industri, PT Ajinomoto Indonesia mengambil langkah yang cukup tegas. Produsen penyedap masakan ini mengganti batu bara dengan biomassa sebagai bahan bakar boiler di pabriknya di Mojokerto, Jawa Timur. Biomassa tersebut berasal dari limbah pertanian dan dipilih karena dinilai menghasilkan emisi jauh lebih rendah dibandingkan batu bara.

Langkah Energi Bersih di Pabrik Mojokerto

Peralihan bahan bakar ini menjadi bagian dari inisiatif keberlanjutan Ajinomoto Health Provider, yang menekankan hubungan antara kesehatan manusia dan kesehatan lingkungan. Dari perubahan tersebut, perusahaan menyebut berhasil menekan emisi hingga 223,2 ribu ton karbondioksida per tahun dibandingkan dengan tahun fiskal 2018.

Tidak berhenti di sana, Ajinomoto juga memasang panel surya di dua lokasi pabrik, yakni Mojokerto dan Karawang. Total kapasitas listrik tenaga surya yang terpasang mencapai 3,61 megawatt-peak (MWp), memperkuat upaya perusahaan mengurangi ketergantungan pada energi berbasis fosil.

Pasokan Listrik dan Komitmen Pengurangan Emisi

Untuk memastikan sumber listrik yang digunakan berasal dari energi bersih, PT Ajinomoto Indonesia juga bekerja sama dengan PT PLN (Persero) melalui skema Renewable Energy Certificate (REC). Skema ini menjadi salah satu cara perusahaan menegaskan komitmennya terhadap penggunaan listrik dari pembangkit energi baru terbarukan.

Langkah tersebut relevan dengan kondisi Indonesia yang masih menghadapi persoalan polusi udara. Mengacu pada laporan IQAir 2024, Indonesia tercatat sebagai negara dengan konsentrasi PM2,5 tertinggi ke-15 di dunia. Dalam konteks itu, dorongan industri untuk beralih ke sumber energi yang lebih bersih menjadi semakin penting.

Tak Hanya Energi, Limbah Produksi Juga Diolah Kembali

Kepala Pabrik Ajinomoto Karawang, Jasman Silalahi, menegaskan bahwa pengurangan emisi karbon berjalan beriringan dengan praktik bisnis berkelanjutan lainnya. Menurut dia, perusahaan juga mengurangi penggunaan plastik pada kemasan produk dan menerapkan ekonomi sirkular melalui pemanfaatan hasil samping produksi.

Hasil samping itu diolah menjadi produk bernilai, seperti AJIFOL untuk mendukung kesuburan tanaman dan FML sebagai pakan ternak. Rangkaian langkah ini menunjukkan bahwa strategi keberlanjutan Ajinomoto tidak berhenti pada penghematan energi, tetapi juga menyasar efisiensi bahan baku dan pengelolaan limbah secara lebih bertanggung jawab.

Source link

RELATED ARTICLES

Terpopuler