Obat anti nyeri kerap dianggap solusi cepat saat sakit kepala, pegal, atau nyeri datang tiba-tiba. Namun, di balik manfaatnya, pemakaian yang tidak tepat justru bisa menjadi ancaman serius bagi ginjal. Dokter Spesialis Urologi Sigit Sholichin mengingatkan bahwa tidak semua ramuan atau obat yang dikonsumsi untuk meredakan keluhan aman bagi tubuh, apalagi jika digunakan tanpa aturan yang jelas.
Obat dan Rebusan Daun Sama-Sama Bisa Berisiko
Menurut dokter Sigit, kebiasaan mengonsumsi air rebusan daun yang diyakini sebagai minuman pembersih ginjal perlu diwaspadai. Pasalnya, bahan yang direbus bisa saja mengandung zat nefrotoksik, yakni senyawa yang berpotensi meracuni ginjal. Tanpa pemahaman yang tepat soal dosis maupun efek samping, minuman semacam itu justru bisa memperburuk kondisi kesehatan, bukannya menyembuhkan.
Ia menegaskan, gangguan ginjal memang sering dikaitkan dengan hipertensi dan diabetes. Namun, obat-obatan tertentu juga dapat menjadi pemicu kerusakan ginjal bila dikonsumsi sembarangan atau dalam jangka panjang.
Kasus Nyeri Kepala yang Berujung Kerusakan Ginjal
Dokter Sigit mencontohkan seorang pasien yang rutin mengonsumsi obat pereda nyeri untuk mengatasi sakit kepala dalam waktu lama. Kebiasaan itu akhirnya berdampak pada kerusakan ginjal, padahal pasien tersebut masih tergolong muda. Kasus seperti ini menunjukkan bahwa obat penahan sakit bukan untuk dipakai terus-menerus tanpa pengawasan.
Ia menyarankan agar obat anti nyeri tidak diminum terlalu lama. Bila keluhan tak juga membaik, pemeriksaan ke dokter menjadi langkah yang lebih aman daripada terus menekan gejala dengan obat.
Tanda Gagal Ginjal yang Tak Boleh Diabaikan
Gejala gagal ginjal stadium lanjut kerap muncul lewat perubahan yang tampak sederhana, tetapi berbahaya jika diabaikan. Salah satu tandanya adalah jumlah urine yang semakin sedikit. Bila disertai mual, buang air kecil berkurang, dan tubuh mulai bengkak, kondisi itu bisa mengarah pada gagal ginjal yang lebih serius.
Karena itu, kesehatan ginjal perlu dijaga dengan lebih hati-hati. Penggunaan obat-obatan tertentu, termasuk pereda nyeri dan ramuan yang belum jelas keamanannya, sebaiknya tidak dilakukan sembarangan. Saat tubuh mulai memberi sinyal yang mencurigakan, konsultasi ke dokter menjadi langkah paling aman sebelum kerusakan bertambah jauh.
Source link


