Pengobatan alternatif seperti al-fashdu atau fashdu dan bekam sering dianggap mirip karena keduanya melibatkan pengeluaran darah dari tubuh, tetapi sebenarnya, keduanya memiliki perbedaan yang signifikan baik dalam prinsip kerja maupun manfaat serta risikonya. Fashdu, yang dikenal sebagai phlebotomy, melibatkan pengeluaran darah langsung dari pembuluh darah vena untuk menyeimbangkan kadar zat tertentu dalam darah dan mendukung penanganan berbagai masalah kesehatan. Namun, karena melibatkan pembuluh darah besar, terapi ini memiliki risiko serius dan memerlukan profesionalisme dalam pelaksanaannya.
Di sisi lain, bekam merupakan terapi tradisional yang telah ada selama ribuan tahun dan dilakukan dengan menempelkan cangkir khusus pada kulit untuk menciptakan tekanan negatif. Bekam terbagi menjadi bekam kering dan bekam basah, yang masing-masing memiliki manfaat tertentu. Bekam dianggap lebih aman daripada fashdu karena tidak melibatkan pembuluh darah besar, namun tetap memerlukan perhatian terhadap kebersihan alat untuk mencegah infeksi dan efek samping lainnya.
Perbedaan mendasar antara fashdu dan bekam terletak pada teknik dan lokasi pengambilan darah. Fashdu mengeluarkan darah vena menggunakan jarum suntik steril, sementara bekam mengambil darah dari permukaan kulit dengan metode hisap dan sayatan ringan. Tujuan dari kedua terapi ini juga berbeda, di mana fashdu lebih fokus pada pengobatan gangguan metabolik sistemik sementara bekam ditujukan untuk meredakan nyeri lokal dan memperlancar peredaran darah di area tertentu.
Dari segi risiko, fashdu cenderung memiliki risiko medis yang lebih tinggi karena prosedurnya invasif dan menyasar pembuluh darah besar, sementara bekam memiliki risiko ringan namun tetap membutuhkan perhatian terhadap kebersihan untuk mencegah infeksi. Kedua terapi ini memiliki manfaat dan risiko masing-masing yang penting untuk dipertimbangkan dengan matang sebelum memutuskan untuk menjalani salah satunya.


