Permasalahan seputar cyberbullying, predator anak, dan pembelanjaan tanpa izin telah lama menjadi perhatian dalam game online. Lembaga ESRB yang bertanggung jawab dalam memberikan rating batasan usia untuk game belum mampu memberikan penilaian yang tepat untuk interaksi sosial dalam game online dengan gameplay multiplayer. Meskipun ESRB dapat menilai konten visual, audio, dan cerita dalam game, namun belum ada standar yang jelas untuk menentukan batasan usia dalam hal interaksi sosial. Dengan luasnya akses internet tanpa batasan usia, orang tua memegang peranan penting dalam melindungi anak-anak mereka dari potensi ancaman di media sosial dan game online. Pembatasan akses gadget bagi anak-anak dan menciptakan lingkungan pertemanan yang minim interaksi media sosial merupakan langkah preventif yang efektif. Kolaborasi antara orang tua untuk menciptakan lingkungan pertemanan yang aman juga merupakan solusi yang dapat dilakukan untuk meminimalisir risiko bagi anak-anak.


