Direktur Utama I.League, Ferry Paulus, telah mengungkapkan bahwa pihaknya sedang aktif berkoordinasi dengan kepolisian terkait perizinan suporter tim tamu dalam perjalanan tandang kompetisi musim 2025/2026. Dalam upaya untuk mengatur ulang ketentuan laga tandang, proposal sedang disusun ulang untuk memastikan penyelarasan dengan kepolisian. Ferry menyatakan bahwa dalam waktu dekat diperkirakan akan ada keputusan mengenai proposal yang diajukan kepada pihak kepolisian.
Sebelumnya di Liga 1, beberapa kesalahpahaman terjadi terkait larangan bagi suporter tim tamu untuk menyaksikan laga tandang tim mereka. Hal ini sering kali dilanggar oleh beberapa kelompok suporter dan mengakibatkan denda bagi klub terkait. Untuk itu, Ferry tengah mencari beberapa solusi agar suporter tim tamu dapat mendukung tim mereka di kandang lawan. Salah satunya adalah dengan memberikan izin kepada suporter tim tamu tanpa konflik, seperti rivalitas antara Persija dan Persib.
Selain itu, I.League juga akan mengusulkan terobosan terkait sistem penerbitan tiket kepada kepolisian. Meskipun begitu, Ferry menekankan bahwa perizinan tidak hanya menjadi tanggung jawab kepolisian, tetapi juga memerlukan persetujuan dari PSSI sebagai regulator, dalam rangka sinkronisasi dan transformasi sesuai dengan standar FIFA. Larangan kehadiran suporter tim tandang diterapkan oleh kompetisi sepak bola Indonesia setelah tragedi Kanjuruhan pada Oktober 2022 yang menewaskan puluhan dan melukai ratusan orang.
Melalui upaya koordinasi ini, diharapkan kerja sama antara pihak kompetisi, kepolisian, dan PSSI dapat membantu menciptakan lingkungan yang aman dan kondusif untuk pertandingan sepak bola di Indonesia.


