Saturday, December 6, 2025
HomeLifestyleInsomnia pada Anak: Penyebab dan Cara Mengatasinya

Insomnia pada Anak: Penyebab dan Cara Mengatasinya

Gangguan tidur dapat menimpa bukan hanya orang dewasa, tetapi juga anak-anak. Menurut UCLA Health, sekitar 25 persen anak, bahkan mulai sejak usia enam bulan, dapat mengalami Behavioral Insomnia of Childhood (BIC). Kondisi ini ditandai oleh kesulitan tidur atau mempertahankan tidur yang disebabkan oleh kebiasaan tertentu yang melibatkan orang tua. Jika tidak diatasi, BIC dapat berlanjut hingga dewasa dan dapat mengganggu kesehatan fisik, emosional, serta prestasi akademik anak.

Insomnia pada anak adalah kesulitan untuk tidur atau mempertahankan tidur. Menurut Very Well Health, gangguan ini sering dikaitkan dengan lingkungan tidur yang tidak nyaman atau kebiasaan tidur yang buruk. Peran orang tua juga dapat memicu insomnia melalui dua pola utama, yaitu sleep-onset association dan limit-setting, yang merupakan jenis dari BIC.

BIC terbagi menjadi tiga tipe utama, menurut American Thoracic Society. Pertama, sleep-onset association, yang biasanya terjadi pada anak di bawah dua tahun dimana anak hanya bisa tidur jika ada kondisi khusus. Kedua, limit-setting, yang muncul sekitar usia dua tahun dimana anak menunda tidur dengan berbagai alasan. Ketiga, gabungan dari kedua tipe sebelumnya.

Beberapa faktor yang dapat memicu insomnia pada anak antara lain ekspektasi waktu tidur yang tidak sesuai usia, kebiasaan tidur seperti menidurkan anak di gendongan, atau kebiasaan menunda tidur pada balita dan anak yang sudah bisa berbicara. Dampak dari insomnia pada anak dapat berdampak pada kesehatan dan perilaku, seperti mudah marah, sulit berkonsentrasi, dan pertumbuhan yang terganggu.

Untuk mengatasi BIC, UCLA Health menyarankan untuk menerapkan kebersihan tidur yang baik. Hal ini meliputi menjaga jadwal tidur tetap konsisten, menghindari stres menjelang tidur, dan memastikan tempat tidur digunakan hanya untuk beristirahat. Beberapa metode efektif yang disarankan dokter adalah unmodified extinction (“cry it out”), extinction dengan kehadiran orang tua (“camping out”), dan positive reinforcement.

Konsistensi dalam menerapkan metode penanganan BIC menjadi kunci utama keberhasilannya. Orang tua perlu kompak menetapkan aturan tidur, tidak mudah menyerah pada rengekan anak, dan meminimalkan perhatian terhadap perilaku yang mengganggu tidur. Jika kesulitan, disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter anak atau spesialis tidur.

Source link

RELATED ARTICLES

Terpopuler