Morning Banana Diet atau diet pisang pagi adalah salah satu metode penurunan berat badan yang populer. Diet ini menekankan konsumsi pisang sebagai menu utama saat sarapan. Metode ini diklaim praktis, murah, dan mudah diikuti tanpa perlu menghitung kalori atau menerapkan aturan makan yang rumit, sehingga banyak testimoni yang mengaku berhasil menurunkan berat badan dengan pola ini. Namun, efektivitas morning banana diet masih menuai pro dan kontra di kalangan ahli gizi.
Diet pisang pagi, juga dikenal sebagai “Asa-Banana Diet,” berasal dari Jepang dan diperkenalkan oleh pasangan suami-istri, Sumiko Watanabe dan Hamachi. Konsep diet ini menekankan konsumsi buah, kesadaran terhadap sinyal lapar dan kenyang, serta kebiasaan makan malam sebelum pukul 20.00. Tidak terdapat menu khusus maupun perhitungan kalori yang ketat. Penurunan berat badan yang dialami pelaku diet ini kemungkinan terjadi karena berkurangnya asupan kalori. Meski demikian, masih belum ada bukti ilmiah yang mendukung keberhasilan metode ini.
Menurut dr. Michael Smith, keberhasilan morning banana diet kemungkinan besar disebabkan oleh berkurangnya jumlah makanan yang dikonsumsi, bukan karena adanya khasiat khusus dari pisang di pagi hari yang secara langsung memicu penurunan berat badan. Aturan untuk tidak makan setelah pukul 20.00 juga bukanlah faktor ajaib, namun bagi yang terbiasa makan larut malam, kebiasaan ini dapat mengurangi asupan kalori. Di samping itu, perhatian pada kualitas tidur yang jarang menjadi fokus dalam program diet lain, dapat membantu mengontrol berat badan dengan lebih baik. Kurang tidur seringkali berhubungan dengan kecenderungan untuk makan berlebihan dan memilih makanan tidak sehat.







