Penyakit asam lambung atau Gastroesophageal Reflux Disease (GERD) semakin meningkat di Indonesia, dipengaruhi oleh gaya hidup tinggi stres serta pola makan tinggi kalori. Dalam mengatasi masalah pasien GERD, terdapat beberapa jenis obat yang dapat digunakan. Salah satunya adalah Fexuprazan, terapi generasi baru dari kelas Potassium-Competitive Acid Blocker (P-CAB) yang diperkenalkan oleh Ketua PB Perhimpunan Gastroenterologi Indonesia, Ari Fahrial Syam. Fexuprazan bekerja dengan mekanisme yang berbeda dari terapi lini utama yang biasa digunakan, yaitu Proton Pump Inhibitor (PPI).
Menurut Ari, Fexuprazan mampu menekan produksi asam lambung lebih cepat, dengan efek yang bertahan hingga 24 jam dan tidak dipengaruhi oleh jadwal makan pasien. Kecepatan kerjanya juga lebih optimal, di mana Fexuprazan dapat bekerja sejak dosis pertama, berbeda dengan PPI yang memerlukan waktu 3-5 hari untuk efek optimal. Kelebihan lain dari Fexuprazan adalah keefektifan di malam hari, membantu menjaga PH stabil sepanjang malam.
Selain itu, Fexuprazan dapat dikonsumsi kapan saja tanpa tergantung waktu makan. Berbeda dengan PPI yang harus diminum 30-60 menit sebelum makan untuk efektivitas optimal. Dari segi efektivitas, Fexuprazan memiliki efek samping yang ringan, seperti mual, nyeri perut, dan sakit kepala.
Namun, Ari menekankan bahwa perubahan gaya hidup juga sangat penting dalam pengobatan GERD. Pasien disarankan untuk menghentikan kebiasaan merokok, mengurangi konsumsi alkohol, serta membatasi konsumsi makanan tertentu. Meskipun Fexuprazan menawarkan keefektifan yang tinggi, perubahan gaya hidup tetap diperlukan untuk mengurangi frekuensi kekambuhan.
Chief Medical Officer Daewoong Indonesia, dr. Stella Melisa, menyatakan bahwa Fexuprazan masih menunggu izin dari Badan Pengawas Obat dan Makanan untuk dapat didistribusikan secara luas di Indonesia. Namun, Stella yakin bahwa obat ini dapat menjadi salah satu solusi untuk penanganan GERD yang efektif. Dengan hasil uji klinis yang mengonfirmasi efektivitasnya, Fexuprazan diharapkan dapat membantu pasien mengatasi gejala GERD dengan lebih cepat dan meningkatkan kualitas hidup mereka.







