Monday, June 8, 2026
HomeLifestyleBCG: Senjata Lawas Tangguh Vaksin TBC

BCG: Senjata Lawas Tangguh Vaksin TBC

Di tengah upaya global menekan tuberkulosis, vaksin BCG masih bertahan sebagai salah satu alat paling penting yang dimiliki dunia medis. Usianya memang sudah lebih dari seabad, tetapi perannya belum tergantikan, terutama di negara-negara dengan angka TBC yang masih tinggi. Setiap tahun, lebih dari 100 juta bayi baru lahir mendapatkan imunisasi ini. Di balik statusnya sebagai vaksin lawas, BCG justru terus menarik perhatian peneliti karena cara kerjanya yang dinilai unik pada sistem kekebalan tubuh sejak awal kehidupan.

Vaksin Lama yang Masih Jadi Andalan

BCG dibuat dari kuman hidup yang telah dilemahkan. Vaksin ini tidak hanya dipakai untuk melawan TBC, tetapi juga disebut memberi perlindungan yang lebih luas terhadap sejumlah infeksi dan virus. Temuan itu salah satunya datang dari peneliti Program Vaksin Presisi di Boston Children’s Hospital, yang melihat adanya efek perlindungan lintas infeksi dari vaksin ini. Meski teknologi vaksin terus berkembang, BCG tetap menjadi pilihan utama di banyak negara karena manfaatnya dianggap nyata dalam menekan risiko pada kelompok paling rentan.

Siapa yang Dianjurkan Mendapat BCG

Vaksin BCG umumnya dianjurkan bagi orang yang belum terinfeksi TBC, tetapi memiliki risiko tinggi terpapar penyakit tersebut. Petugas medis termasuk dalam kelompok yang disarankan, begitu juga anak-anak yang tinggal serumah atau memiliki kontak dekat dengan pasien TBC. Dengan kondisi penularan yang masih terjadi di berbagai wilayah, pemberian vaksin ini menjadi langkah pencegahan yang penting, terutama untuk menahan laju infeksi sejak dini.

Efek Samping dan Langkah Pencegahan Tambahan

Seperti vaksin pada umumnya, BCG juga dapat menimbulkan efek samping. Keluhan yang paling sering muncul antara lain nyeri di lokasi suntikan, demam, dan pembengkakan kelenjar getah bening. Dalam kasus yang jarang, seseorang bisa mengalami pusing dan perubahan penglihatan. Di luar vaksinasi, pencegahan TBC tetap perlu diperkuat dengan langkah-langkah sederhana namun krusial, seperti melakukan isolasi diri dan tes kesehatan setelah kontak dengan penderita TBC aktif, menutup mulut dan hidung saat batuk atau bersin, serta tidak berbagi tempat tidur maupun kamar dengan orang yang terinfeksi. Jika infeksi TBC laten terdeteksi, pengobatan secepatnya menjadi bagian penting agar penyakit tidak berkembang lebih jauh.

Source link

RELATED ARTICLES

Terpopuler