Friday, May 15, 2026
HomeMiliterKonflik India-Pakistan: Rudal Brahmos dan Senjata Prancis Beraksi

Konflik India-Pakistan: Rudal Brahmos dan Senjata Prancis Beraksi

Pertempuran udara antara India dan Pakistan kembali memanas pada Sabtu dini hari, 10 Mei 2025, ketika New Delhi melancarkan serangan presisi ke sejumlah instalasi militer di wilayah Pakistan. Dalam operasi yang disebut sebagai respons atas tindakan provokatif dari pihak lawan, Angkatan Udara India atau IAF diduga mengandalkan rudal jelajah supersonik BrahMos untuk menghantam target-target strategis di beberapa titik penting.

Target militer di sejumlah titik strategis

Sejumlah fasilitas yang disebut menjadi sasaran antara lain pangkalan udara Rafiqui di Shorkot, Murid di Chakwal, Nur Khan di Chaklala, serta beberapa lokasi di Rahim Yar Khan. Tidak berhenti di situ, instalasi militer di Sukkur dan Chunian di wilayah Kasur juga dilaporkan ikut terkena serangan. India juga disebut menghantam radar penting di Pasrur dan Sialkot, dengan laporan awal menyebut adanya kerusakan signifikan di beberapa lapangan udara Pakistan.

Senjata presisi dan dugaan penggunaan perdana

Dalam operasi tersebut, militer India diduga memakai amunisi canggih seperti HAMMER, rudal jelajah udara-ke-darat SCALP, dan BrahMos. Jika informasi itu benar, maka ini bisa menjadi penggunaan pertama BrahMos dalam operasi tempur yang nyata. Serangan ini disebut dilakukan untuk menetralkan ancaman setelah Pakistan mencoba melakukan intrusi udara di berbagai titik sepanjang garis depan barat, dari Srinagar hingga Nalia.

Intrusi digagalkan, India klaim tetap waspada

Meski beberapa pangkalan udara India juga mengalami kerusakan akibat serangan balasan, pihak India menyatakan berhasil menggagalkan upaya intrusi tersebut. Pemerintah India menegaskan tidak menginginkan eskalasi konflik, tetapi akan bertindak tegas jika pelanggaran kembali terjadi. Di sisi lain, India menuduh Pakistan menyerang infrastruktur sipil seperti fasilitas kesehatan dan sekolah di berbagai wilayah, tuduhan yang disebut melanggar hukum internasional. India membantah klaim tersebut dan menyebutnya sebagai bagian dari kampanye misinformasi. Komandan Wing Vyomika Singh turut menyampaikan bahwa serangan rudal berkecepatan tinggi menghantam pangkalan udara India di Punjab sekitar pukul 01.40 pagi.

Source link

RELATED ARTICLES

Terpopuler