Banjarmasin — Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Banjarmasin, Kalimantan Selatan, mengambil langkah cepat begitu 105 warga binaan pemasyarakatan (WBP) baru mulai menjalani masa hukuman. Mereka langsung menjalani skrining kesehatan menyeluruh untuk memastikan kondisi medis masing-masing sejak awal, sekaligus menekan risiko penyebaran penyakit di lingkungan lapas.
Pemeriksaan Dini untuk Cegah Risiko Penularan
Langkah ini tidak sekadar formalitas penerimaan warga binaan, melainkan upaya pencegahan yang menyasar penyakit menular yang berpotensi mengganggu kesehatan bersama di dalam lapas. Pemeriksaan dilakukan agar pihak lapas dapat mengetahui kondisi kesehatan para WBP sedini mungkin, sehingga penanganan bisa diberikan lebih cepat bila ditemukan gejala atau indikasi tertentu.
Menurut Yayuk Ruwaidah, anggota tim pemeriksa kesehatan, kegiatan tersebut juga dibarengi dengan penyuluhan kesehatan. Materi yang diberikan mencakup skrining penyakit menular serta Voluntary Counseling and Testing (VCT) untuk HIV, sifilis, dan penyalahgunaan NAPZA.
VCT dan Skrining NAPZA Jadi Fokus
Yayuk menjelaskan, pemeriksaan kesehatan menyeluruh ini penting untuk memetakan kondisi para WBP sejak awal masa pembinaan. Dari hasil skrining, petugas bisa menentukan tindak lanjut medis yang dibutuhkan, termasuk langkah pencegahan agar penyakit tidak menyebar ke warga binaan lainnya.
Perhatian khusus juga diberikan pada skrining NAPZA. Pemeriksaan ini dinilai penting untuk mengidentifikasi WBP yang membutuhkan pendampingan khusus maupun rehabilitasi medis. Dengan begitu, proses pemasyarakatan tidak berhenti pada aspek hukuman, tetapi juga menyentuh pemulihan kesehatan secara lebih utuh.
Menjaga Lapas Tetap Sehat dan Aman
Program ini diharapkan mampu menjaga lingkungan lapas tetap sehat, aman, dan terkendali. Di saat yang sama, pemeriksaan awal terhadap warga binaan baru juga menjadi bagian dari komitmen Lapas Banjarmasin dalam mendukung proses pembinaan agar berjalan lebih baik.
Dengan kondisi kesehatan yang terpantau sejak masuk, peluang reintegrasi sosial para narapidana diharapkan bisa lebih kuat, karena pembinaan akan berjalan di atas dasar kesehatan yang lebih terjaga.
Source link


