Penyakit Parkinson menjadi masalah kesehatan saraf yang familiar dalam masyarakat manusia. Ini dikategorikan sebagai penyakit progresif yang belum memiliki obat penyembuh. Parkinson disebabkan oleh kerusakan sel saraf di otak manusia, khususnya di daerah substantia nigra, yang mengakibatkan produksi zat dopamin terganggu. Gejalanya termasuk tremor berlebihan, gerakan tubuh lambat, otot kaku, serta masalah keseimbangan tubuh. Anosmia, sembelit, tulisan tangan mengecil, perubahan suara, kulit bersisik, gangguan tidur, depresi, kecemasan, dan masalah kognitif juga dapat muncul pada penderita Parkinson.
Penyebab pasti Parkinson masih belum diketahui namun faktor genetik dan lingkungan diyakini memainkan peran besar. Orang kulit putih memiliki risiko lebih tinggi terkena Parkinson dibandingkan orang kulit hitam atau Asia. Terdapat pula teori bahwa paparan racun atau infeksi virus tertentu dapat memicu Parkinson. Berbagai jenis perawatan sudah dikembangkan untuk mengatasi Parkinson, termasuk pembedahan otak, stimulasi otak dalam, dan terapi medis lainnya. Diskusi antara pasien, keluarga, dan dokter sangat penting sebelum memutuskan jenis pengobatan yang tepat untuk masing-masing individu. Terapi fisik dan terapi berbicara juga dapat membantu mengelola gejala Parkinson, sementara obat-obatan dan perawatan khusus diberikan sesuai dengan kebutuhan pasien.


