Gelaran Gaikindo Indonesia International Auto Show atau GIIAS 2025 diproyeksikan menjadi sorotan besar industri otomotif regional. Bukan hanya karena skala acaranya, tetapi juga karena jumlah peserta yang disebut sebagai yang terbesar di luar China. Tahun ini, pameran yang berlangsung di ICE BSD City, Tangerang, pada 24 Juli hingga 3 Agustus itu akan menghadirkan 63 merek dari berbagai segmen.
63 Merek Ramaikan GIIAS 2025
Dari total peserta tersebut, 39 merek mobil penumpang dipastikan ambil bagian, termasuk sejumlah brand baru yang belum pernah tampil sebelumnya. Kehadiran mereka membuat GIIAS 2025 tak sekadar menjadi etalase produk, tetapi juga ajang pembuktian bagi merek-merek yang ingin memperluas pasar di Indonesia.
Selain mobil penumpang, pameran ini juga akan diikuti 15 merek sepeda motor, 4 merek kendaraan komersial, serta 4 brand karoseri. Di luar itu, industri pendukung otomotif juga turut mengisi pameran, memperlihatkan bahwa GIIAS bukan hanya soal mobil baru, melainkan ekosistem otomotif yang lebih lengkap.
Gaikindo Soroti Keberagaman Peserta
Ketua Umum Gaikindo, Yohannes Nangoi, menegaskan bahwa GIIAS di Indonesia punya karakter berbeda dibanding pameran otomotif besar di China. Jika pameran di China umumnya didominasi merek lokal, GIIAS justru menampilkan ragam brand dari berbagai negara. Menurutnya, perbedaan ini menjadi nilai lebih yang membuat pameran di Indonesia punya daya tarik tersendiri.
Nangoi juga menyebut keberagaman peserta sebagai alasan mengapa GIIAS 2025 layak disebut sebagai pameran mobil terbesar dan paling komprehensif di dunia di luar China. Dengan komposisi peserta yang lebih berwarna, ajang ini dipandang sebagai panggung penting bagi pabrikan global untuk menunjukkan strategi mereka di pasar Indonesia.
Panggung Penting bagi Industri Otomotif Global
Skala besar GIIAS 2025 memperlihatkan posisi Indonesia yang makin diperhitungkan dalam peta otomotif internasional. Kehadiran banyak merek dari berbagai segmen menunjukkan bahwa pasar domestik masih memiliki daya tarik kuat, terutama di tengah persaingan produk dan teknologi yang semakin ketat.
Dengan jadwal pameran yang berlangsung hampir dua pekan, GIIAS 2025 diperkirakan menjadi ajang yang tak hanya ramai oleh pengunjung, tetapi juga menjadi tolok ukur arah persaingan industri otomotif di kawasan.
Source link


