Bupati Nunukan Dorong Kemitraan Rumput Laut yang Lebih Adil dan Berkelanjutan
Nunukan — Upaya memperkuat posisi petani rumput laut di Nunukan memasuki babak baru setelah Bupati Nunukan, H. Irwan Sabri, SE, melakukan kunjungan ke PT Biota Laut Ganggang (BLG). Kunjungan ini berlangsung usai penandatanganan nota kesepahaman (MoU) dengan Pemerintah Kabupaten Pinrang, sebagai bagian dari langkah mencari pola kerja sama yang lebih konkret bagi sektor rumput laut.
Menelusuri rantai produksi hingga ke industri pengolahan
Dalam kunjungan tersebut, rombongan Pemkab Nunukan diterima langsung oleh manajemen PT BLG. Perusahaan ini dikenal sebagai salah satu pengolah rumput laut berskala besar di Asia Tenggara dengan jaringan distribusi yang luas. Pihak perusahaan kemudian memaparkan alur produksi, mulai dari bahan baku masuk hingga proses pengolahan dan distribusi ke pasar.
Bagi Pemkab Nunukan, penjelasan itu menjadi bagian penting untuk melihat peluang hilirisasi rumput laut secara lebih utuh. Pemerintah daerah tidak hanya ingin memastikan hasil panen terserap, tetapi juga mendorong agar petani mendapat posisi yang lebih kuat dalam rantai usaha.
Fokus pada kesejahteraan petani dan kepastian harga
Bupati Irwan berdialog langsung dengan manajemen PT BLG untuk membahas skema kemitraan yang bisa memberi manfaat nyata bagi petani rumput laut di Nunukan. Pola kerja sama yang diharapkan bukan sekadar serapan produksi, melainkan juga kemitraan yang adil, berkelanjutan, dan memberi kepastian harga bagi petani.
Selain soal harga, jalur distribusi yang lebih efisien dan peningkatan kualitas produksi juga menjadi perhatian. Dengan sistem yang lebih tertata, hasil budidaya rumput laut di Nunukan diharapkan tidak lagi bergantung pada pola perdagangan yang merugikan petani di tingkat awal.
Peluang kerja sama dengan industri pengolahan
Manajemen PT BLG menyatakan siap mengeksplorasi peluang kerja sama dengan Pemkab Nunukan. Sikap ini membuka ruang bagi penguatan hubungan antara daerah penghasil bahan baku dan industri pengolahan modern, sehingga rantai usaha rumput laut bisa berjalan lebih terintegrasi.
Langkah Pemkab Nunukan ini sekaligus menunjukkan keseriusan pemerintah daerah dalam mencari solusi hilirisasi rumput laut. Di tengah besarnya potensi komoditas tersebut, Nunukan ingin menegaskan perannya bukan hanya sebagai sentra produksi, tetapi juga sebagai daerah yang terhubung langsung dengan industri pengolahan yang lebih maju.
Source link


