Turnamen olahraga biliar Piala Sultan Pontianak resmi ditutup setelah berlangsung selama tiga hari di Bacoot Pool & Café, Tanjung Raya II. Ajang ini diikuti oleh 128 peserta dari berbagai daerah, termasuk dua atlet cilik berusia 10 dan 12 tahun, yang salah satunya berhasil menembus babak 16 besar. Sultan Pontianak, Syarif Machmud Melvin Alkadrie, dalam sambutannya saat penutupan, menyatakan bahwa turnamen ini bertujuan tidak hanya sebagai sarana kompetisi, tetapi juga untuk menjaring bibit atlet muda berprestasi dan menghapus stigma negatif terhadap olahraga biliar.
Dengan adanya turnamen ini, diharapkan para pemain biliar, terutama di Kota Pontianak dan sekitarnya, bisa termotivasi dan mengubah persepsi negatif terhadap olahraga biliar. Sultan Melvin juga mengungkapkan bahwa minat generasi muda Kalimantan Barat terhadap olahraga biliar semakin meningkat, sehingga turnamen seperti ini menjadi momen penting untuk menemukan talenta lokal yang dapat mewakili daerah tersebut di tingkat nasional dan internasional.
Ketua Panitia dan Sekretaris Daerah Kabupaten Kubu Raya, Yusran Anizam, menyampaikan apresiasi terhadap antusiasme peserta dan pencapaian luar biasa atlet muda dalam turnamen tersebut. Turnamen pertama yang memperebutkan Piala Sultan ini diikuti oleh 128 peserta dan menonjolkan prestasi atlet berusia 12 tahun yang berhasil masuk ke dalam 16 besar.
Pada kegiatan penutupan, Wakil Bupati Kubu Raya, Sukiryanto, menyatakan bahwa Kubu Raya siap menjadikan turnamen ini sebagai contoh untuk diadakan di wilayahnya sebagai upaya mencari bibit unggul yang bisa membawa nama daerah ke tingkat yang lebih tinggi. Turnamen ini diakhiri dengan penyerahan hadiah kepada empat besar pemenang dan apresiasi khusus untuk atlet cilik yang menunjukkan performa gemilang.


