Monday, May 18, 2026
HomeBeritaRakor Disnakertrans Kaltim 2025: Optimalkan SDM & Dukungan ke IKN

Rakor Disnakertrans Kaltim 2025: Optimalkan SDM & Dukungan ke IKN

Rakor Disnakertrans Kaltim 2025: Dorong SDM Lebih Tangguh untuk Menyongsong IKN

Upaya Kalimantan Timur menyiapkan tenaga kerja yang lebih siap pakai kembali ditegaskan lewat Rapat Koordinasi Urusan Ketenagakerjaan dan Ketransmigrasian Tahun 2025 yang digelar Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Provinsi Kalimantan Timur di Auditorium Aji Tulur Jejangkat, Kutai Barat. Forum ini tidak sekadar menjadi agenda rutin, tetapi juga ruang untuk menyatukan langkah antarwilayah dalam membaca arah pembangunan daerah yang terus berubah.

Mengusung tema “Meningkatkan Kualitas Sumber Daya Manusia Kalimantan Timur yang Berdaya Saing untuk Mendukung Kaltim Sukses Menuju Generasi Emas”, rakor tersebut menempatkan persoalan kualitas SDM sebagai titik tekan utama. Di tengah dorongan transformasi ekonomi hijau dan kebutuhan tenaga kerja yang makin spesifik, Kaltim dituntut tidak hanya mengejar pertumbuhan, tetapi juga memastikan warganya siap masuk ke dalam perubahan itu.

Sinkronisasi Kebijakan di Tengah Perubahan Ekonomi

Rakor ini dipandang penting karena menjadi wadah penyelarasan kebijakan lintas daerah. Tantangan ketenagakerjaan dan transmigrasi di Kalimantan Timur tidak lagi berdiri sendiri, melainkan terkait erat dengan agenda besar pembangunan daerah, termasuk pengembangan Ibu Kota Nusantara (IKN) yang terus menjadi perhatian utama pemerintah provinsi.

Arah kebijakan tersebut juga mengikuti instruksi Gubernur dan Wakil Gubernur Kalimantan Timur, yang menekankan pentingnya kesiapan daerah dalam menghadapi kebutuhan tenaga kerja baru. Dalam konteks ini, forum koordinasi seperti rakor dinilai strategis untuk memastikan program pemerintah tidak berjalan terpisah-pisah, melainkan saling menguatkan.

Data Ketenagakerjaan Menunjukkan Tren Positif

Kepala Disnakertrans Kaltim, Rozani Erawadi, menyampaikan bahwa kondisi ketenagakerjaan di daerah menunjukkan perkembangan yang menggembirakan. Jumlah penduduk yang bekerja di Kalimantan Timur tercatat meningkat, sementara Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) justru mengalami penurunan.

Menurut data yang dilaporkan, sektor perdagangan, pertanian, dan pertambangan masih menjadi penopang utama penyerapan tenaga kerja. Di sisi lain, mayoritas pekerja di Kaltim berada pada kategori buruh, karyawan, atau pegawai. Gambaran ini menunjukkan bahwa pasar kerja di Kaltim tetap dinamis, namun masih memerlukan penguatan kualitas tenaga kerja agar mampu mengikuti kebutuhan industri yang terus berkembang.

Target RPJMD Jadi Arah Kerja Bersama

Rozani juga menekankan bahwa pencapaian target perluasan kesempatan kerja, penurunan pengangguran, dan pengentasan kemiskinan merupakan bagian dari RPJMD Kalimantan Timur Tahun 2025-2029. Artinya, isu ketenagakerjaan tidak bisa dipisahkan dari sasaran pembangunan jangka menengah daerah.

Melalui rakor ini, Disnakertrans Kaltim berharap lahir rekomendasi yang lebih konkret dan terukur, bukan sekadar catatan umum. Harapannya, hasil pembahasan dapat langsung diterjemahkan ke dalam langkah kerja yang memperkuat daya saing tenaga kerja Kalimantan Timur menuju Indonesia Emas 2045, sekaligus memastikan pembangunan IKN memberi ruang yang lebih luas bagi pekerja lokal.

Source link

RELATED ARTICLES

Terpopuler