Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Pemprov Kaltim) menegaskan komitmennya dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui program unggulan Gratispol dan Jospol. Program ini menjadi nyata dalam acara Penyerahan Penghargaan Gratispol Umrah dan Perjalanan Religi, serta Insentif Guru melalui Program Jospol di Plenary Hall, Kompleks GOR Kadrie Oening Sempaja pada Rabu (25/6).
Wakil Gubernur Kaltim, Seno Aji, yang mewakili Gubernur H. Rudy Mas’ud yang sedang pulang dari ibadah haji, menyampaikan sambutannya di hadapan ribuan hadirin. Ia menegaskan bahwa program Gratispol dan Jospol merupakan janji politik yang kini telah terwujud.
Dalam kesempatan tersebut, secara simbolis diberikan penghargaan berupa umrah gratis bagi marbot masjid dan perjalanan religi bagi penjaga rumah ibadah lintas agama. Total penerima manfaat mencapai 3.187 orang, termasuk marbot masjid, penjaga gereja Kristen dan Katolik, penjaga pura, vihara, serta kelenteng Konghucu.
Seno menekankan bahwa para penerima manfaat dari program Gratispol adalah penjaga nilai kebaikan, moral, dan umat yang sering luput dari perhatian negara. Melalui program ini, Pemprov Kaltim hadir untuk menghargai pengabdian mereka.
Selain itu, melalui program Jospol, Pemprov Kaltim juga memberikan buku rekening insentif kepada 31.545 guru dari berbagai jenjang pendidikan. Pemerintah memastikan bahwa para guru yang mengabdi dengan tulus akan mendapat perhatian dan penghargaan yang layak.
Kegiatan ini juga ditandai dengan penandatanganan kesepakatan bersama antara Gubernur Kaltim, para bupati/wali kota, Kakanwil Kemenag, dan Direktur Eksekutif LPEI, serta kerja sama teknis antara Karo Kesra, Kadisdik, dan Kemenag se-Kaltim. Langkah ini menjadi awal kolaborasi lintas sektor dalam membangun Kaltim yang lebih religius, adil, dan sejahtera.
Acara ini dihadiri oleh Gubernur Kaltim H. Rudy Mas’ud, Ketua TP PKK Kaltim Syarifah Suraidah Harum, Sekda Provinsi Sri Wahyuni, unsur Forkopimda, serta seluruh kepala daerah se-Kaltim.


