Balikpapan — Ketua DPRD Kota Balikpapan, Alwi Al Qadri, mengambil sikap tegas terkait operasional Tempat Hiburan Malam (THM) Helix. Ia meminta tempat hiburan itu ditutup sementara sampai seluruh proses perizinan benar-benar rampung. Keputusan ini muncul setelah DPRD menerima hasil temuan di lapangan dan menyepakati langkah tersebut bersama Komisi I DPRD Balikpapan.
Izin Jadi Syarat Utama Sebelum Beroperasi
Alwi menegaskan, izin usaha bukan sekadar formalitas, melainkan syarat mutlak yang harus dipenuhi sebelum sebuah usaha bisa berjalan. Menurut dia, tidak ada alasan untuk membiarkan operasional tetap berlangsung jika dokumen perizinan belum selesai. Sikap ini sekaligus menjadi peringatan bagi pelaku usaha lain agar mematuhi aturan yang berlaku di Kota Balikpapan.
DPRD juga berencana melakukan pemeriksaan terhadap seluruh THM di Balikpapan. Langkah ini ditempuh untuk memastikan setiap tempat hiburan benar-benar mengikuti regulasi dan tidak berjalan di luar ketentuan. Pengawasan disebut akan diperketat agar persoalan serupa tidak kembali muncul.
Keluhan Warga dan Pemeriksaan Lapangan
Selain soal perizinan, DPRD turut menyoroti keluhan masyarakat terkait gangguan kebisingan. Alwi menyampaikan bahwa ia akan turun langsung melakukan pengecekan ke lokasi untuk melihat kondisi sebenarnya. Aduan warga menjadi salah satu pertimbangan penting dalam penanganan kasus Helix, terutama karena dampaknya dirasakan langsung oleh lingkungan sekitar.
Manajemen Helix juga akan dipanggil untuk dimintai klarifikasi. Pemanggilan ini dilakukan guna memastikan apakah operasional dan kondisi di lapangan sudah sesuai dengan komitmen yang sebelumnya disampaikan kepada pihak terkait.
Proses Izin Masih Tersendat
Meski meminta agar proses izin dipercepat apabila seluruh dokumen telah lengkap, Alwi tampaknya belum melihat ada kemajuan berarti dari pihak pengelola. Kepala DPMPTSP Kota Balikpapan, Hasbullah Helmi, menyebut perbaikan site plan Helix belum lengkap sehingga proses perizinan belum dapat dilanjutkan. Kondisi inilah yang membuat DPRD menilai penutupan sementara menjadi langkah paling masuk akal sampai semua persyaratan dipenuhi.
Dengan keputusan ini, sorotan publik kini mengarah pada sejauh mana pengelola Helix bisa segera menuntaskan kewajiban administratifnya, sementara DPRD menyiapkan pengawasan lebih luas terhadap seluruh THM di Balikpapan.


